Category: Uncategorized

Peran Matahari Dalam Membuat Batik

Peran Matahari Dalam Membuat Batik

Secara umum para pengusaha batik menggunakan matahari sebagai mekanisme aktivasi warna pada proses pewarna batik. Intensitas matahari yang berubah-ubah menyebabkan kualitas produksi dalam satu batch akan terganggu. Selain itu produksi mereka dibatasi oleh keberadaan matahari seperti ketika malam hari ataupun ketika terjadi musim hujan. Hal tersebut menjadi masalah bagi mereka ketika memproduksi dalam jumlah banyak, selain kualitas yang tidak terjaga dan waktu produksi yang terbatas sesuai keberadaan matahari.

Proses aktivasi pewarna dilakukan dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Sehubungan dengan ketersediaan matahari, iklim di Indonesia mengenal musim kemarau dan hujan. Pada musim kemarau (sekitar bulan Juli-September), matahari tersedia dengan berlimpah. Namun di musim hujan (November – Februari), hampir tak ada hari tanpa mendung dan hujan. Di antara kedua musim itu, cuaca sulit diprediksi, apalagi dengan adanya pergeseran iklim dunia. Sinar matahari yang tidak ajeg ini sangat mengganggu proses produksi batik. Sementara itu ketika intensitas sinar matahari berubah-ubah akibat terhalang awan, kualitas produksi pada satu batch akan terganggu sebab hasil pewarnaan akan berbeda-beda. Dengan demikian para pengrajin batik menginginkan adanya solusi teknologi yang menjaga produksi tetap berjalan ketika matahari sedang tak bersinar dengan bagus.
Dengan Batik Fotonik Pengrajin batik dapat melakukan produksi meskipun dalam cuaca mendung dan tidak tampak matahari.